Hadiah Terindah

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat – sahabatnya. Kamu adalah sahabat-KU, jikalau kamu berbuat apa yang kuperintahkan kepadamu.”(Yohanes 15 :13, 14)

love u forever

Kisah ini tentang sepasang suami-istri muda yang sedemikian saling mencintai. Natal sudah dekat dan mereka ingin saling memberikan hadiah. Tetapi mereka sangat miskin dan tidak mempunyai uang untuk membeli hadiah. Maka mereka masing-masing, tanpa saling memberi tahu, memutuskan untuk menjual miliknya yang paling berharga.

Bagi sang istri, harta miliknya yang paling berharga adalah rambutnya yang panjang berkilau. Ia pergi ke sebuah salon dan menyuruh memotong rambutnya. Kemudian ia menjual potongan rambutnya itu untuk membeli sebuah rantai arloji yang indah untuk arloji suaminya. Sementara itu, sang suami pergi kepada seorang tukang emas dan menjual satu-satunya arloji yang dimilikinya untuk membeli dua potong sisir yang indah untuk rambut kekasihnya.

Ketika hari Natal tiba, mereka saling menyerahkan hadiah. Mula-mula mereka menangis terharu, namun kemudian keduanya tertawa. Tidak ada lagi rambut yang perlu dirapikan dengan sisir indah pembelian sang suami, dan tidak ada lagi, arloji yang memerlukan seutas rantai indah pembelian sang istri. Tetapi ada sesuatu yang lebih berharga daripada sisir dan rantai arloji, yaitu pesan dibalik hadiah- hadiah itu; Mereka masing – masing telah mengambil yang terbaik dari dirinya untuk diberikan kepada pasangannya…

Suatu hadiah bukanlah hadiah jika tidak menimbulkan suatu pengorbanan dalam diri kita, dan jika tidak menjadi bagian dari diri kita sendiri. Yesus memberikan dari-Nya yang terbaik untuk kita. Ia memberikan nyawa-Nya, untuk menebus dosa – dosa kita, untuk menyelamatkan hidup kita, supaya bisa tetap bersama dengan Dia untuk selama-selamanya. Apa yang aku berikan kepada-Nya yang terbaik, dariku..?

Dominasi Otak Gregorg

Bacalah tiap kelompok kata lalu tandai yang paling menggambarkan diri Anda..

 

 

1 a imaginatif b penyelidik c realistis d analitis
2 a terorganisasi b adaptif c rasional d ingin tahu
3 a suka berdebat b to the point c mencipta d suka hubungan sosial
4 a empati b praktis c akademis d petualang
5 a teliti b fleksibel c sistematis d penemu
6 a berbagi b teratur c bijaksana d mandiri
7 a kompetitif b perfeksionis c kooperafif d logis
8 a intelek b sensitif c pekerja keras d spekulatif
9 a pembaca non fiksi b suka bermasyarakat c pemecah masalah d perencana
10 a menghafal b menghubungkan c berpikir dalam d memulai
11 a pengubah b peneliti c spontan d perlu arahan
12 a berkomunikasi b menemukan c berhati-hati d menimbang
13 a suka tantangan b mempraktikan c perhatian d menguji
14 a menyelesaikan b melihat kemungkinan c mengumpulkan ide d menafsirkan
15 a melakukan b merasakan c berpikir d mencoba

 

SK SA AA AK
1 c d a b
2 a c b d
3 b a d c
4 b c a d
5 a c b d
6 b c a d
7 b d c a
8 c a b d
9 d a b c
10 a c b d
11 d b c a
12 c d a b
13 b d c a
14 a c d b
15 a c b d

 

1 a imaginatif b penyelidik c realistis d analitis
2 a terorganisasi b adaptif c rasional d ingin tahu
3 a suka berdebat b to the point c mencipta d suka hubungan sosial
4 a empati b praktis c akademis d petualang
5 a teliti b fleksibel c sistematis d penemu
6 a berbagi b teratur c bijaksana d mandiri
7 a kompetitif b perfeksionis c kooperafif d logis
8 a intelek b sensitif c pekerja keras d spekulatif
9 a pembaca non fiksi b suka bermasyarakat c pemecah masalah d perencana
10 a menghafal b menghubungkan c berpikir dalam d memulai
11 a pengubah b peneliti c spontan d perlu arahan
12 a berkomunikasi b menemukan c berhati-hati d menimbang
13 a suka tantangan b mempraktikan c perhatian d menguji
14 a menyelesaikan b melihat kemungkinan c mengumpulkan ide d menafsirkan
15 a melakukan b merasakan c berpikir d mencoba

Penjajakan Karunia Rohani

Alih Bahasa: Pdt. Dr. Paulus Kurnia, M.Th., dari Network, Participant;s Guide

Oleh: Bruce Bugbee, Don Cousins dan Bill Hybels

  1. Saya suka mengatur/mengorganisir orang-orang, tugas-tugas dan peristiwa-peristiwa.
  2. Saya senang memulai pos-pos P.I di tempat-tempat yang belum ada gereja.
  3. Saya menikmati bekerja secara kreatif dengan kayu, kain, cat, logam, kaca, atau materi-materi lainnya.
  4. Saya menikmati menantang pandangan orang-orang tentang Allah dengan menggunakan berbagai bentuk/karya seni.
  5. Saya selalu siap dan spontan dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah dengan kacamata rohani.
  6. Saya cenderung ingin melihat potensi tertentu di dalam diri orang-orang.
  7. Saya mengkomunikasikan Injil kepada orang lain dengan jelas dan efektif.
  8. Saya merasa begitu alami dan mudah untuk percaya Allah yang menjawab doa-doa saya.
  9. Saya merasa bebas dan sukacita kala membantu orang-orang yang memiliki kebutuhan keuangan atau membantu proyek-proyek yang membutuhkan dukungan.
  10. Saya dapat menikmati bekerja di belakang layar untuk mendukung pekerjaan orang lain.
  11. Saya memandang bahwa rumah saya itu bisa menjadi tempat untuk melayani orang-orang yang sedang membutuhkan.
  12. Saya suka mengambil formulir “Permohonan Doa” dan mengisi pokok-pokok doa orang-orang yang minta didoakan lalu secara konsisten saya mendoakan mereka.
  13. Saya didekati oleh orang-orang yang ingin mengetahui pandangan/perspektif saya tentang ayat-ayat atau kebenaran Alkitab tertentu.
  14. Saya sanggup memotivasi orang-orang dalam mewujudkan sebuah sasaran.
  15. Saya bisa turut merasakan (empati) dengan orang-orang yang sedang terluka dan ingin membantu dalam proses kesembuhan mereka.
  16. Saya dapat berbicara begitu rupa yang menghasilkan suatu keyakinan dan perubahan dalam kehidupan orang lain.
  17. Saya menikmati ketika menghabiskan waktu untuk mengasuh/memelihara dan memperdulikan orang lain.
  18. Saya sanggup untuk mengkomunikasikan Firman Allah secara efektif.
  19. Saya sering dicari orang-orang yang membutuhkan nasihat dari saya tentang hal rohani atau hal pribadi.
  20. Saya cermat, menyeluruh, dan dan ahli dalam mengelola hal-hal rinci.
  21. Saya tertarik akan ide melayani masyarakat di negara atau suku bangsa lain.
  22. Saya ahli melakukan pekerjaan dengan berbagai alat (tools).
  23. Saya menikmati mengembangkan dan menggunakan keahlian artistik (misal: seni, drama, musik, fotografi, dlsb).
  24. Saya kerapkali sanggup menilai karakter seseorang berdasarkan kesan/pandangan pertama.
  25. Saya menikmati dalam meyakinkan kembali atau meneguhkan mereka yang sedang patah semangat.
  26. Saya secara konsisten mencari kesempatan untuk menjalin  hubungan dengan orang-orang non-Kristen.
  27. Saya konfiden akan pemeliharaan dan pertolongan Allah yang terus menerus (bagi saya) bahkan ketika dalam kesusahan.
  28. Saya mempersembahkan lebih dari sekedar persepuluhan supaya pekerjaan kerajaan (Allah) dapat diwujudkan.
  29. Saya menikmati melakukan tugas-tugas rutin yang mendukung pelayanan.
  30. Saya menikmati bertemu dengan orang-orang baru dan membantu agar mereka merasa disambut.
  31. Saya menikmati berdoa untuk periode waktu yang panjang dan bersedia menerima gerakan: apa yang Tuhan ingin saya doakan.
  32. Saya menerima informasi dari Roh Kudus yang tidak saya dapatkan melalui sarana yang alami.
  33. Saya sanggup mempengaruhi orang-orang untuk mendapatkan sebuah visi.
  34. Dengan sabar saya sanggup mendukung orang lain melewati pengalaman menyakitkan di saat mereka juga sedang mencoba memantapkan kehidupan mereka.
  35. Saya merasa bertanggung jawab dalam mengkonfrontir orang-orang dengan kebenaran.
  36. Saya memiliki belas kasihan terhadap orang-orang percaya yang sedang merana (uring-uringan/resah) dan saya ingin melindungi mereka.
  37. Saya dapat meluangkan waktu belajar karena mengetahui bahwa menyampaikan kebenaran akan membuat sesuatu berbeda di dalam kehidupan orang-orang.
  38. Seringkali dengan begitu sederhana dan praktis, saya dapat menemukan solusi (jawaban) di tengah-tengah konflik atau kebingungan.
  39. Saya dapat menjelaskan sasaran-sasaran dan mengembangkan strategi-strategi atau rencana-rencana untuk mewujudkan sasaran-sasaran itu.
  40. Saya berkeinginan untuk secara aktif mengambil bagian dalam memulai sebuah gereja baru.
  41. Saya menikmati membuat barang-barang tertentu untuk dipergunakan dalam pelayanan.
  42. Saya menolong orang-orang mengerti akan diri mereka sendiri, hubungan-hubungan mereka (dengan orang-orang lain) dan mengerti Allah lebih baik melalui ekspresi-ekspresi artistik/seni.
  43. Saya punya kemampuan tembus pandang akan kepalsuan dan kecurangan sebelum hal itu terbukti di hadapan orang-orang.
  44. Saya memberikan harapan bagi orang-orang dengan mengarahkan mereka kepada janji-janji Allah.
  45. Secara efektif, saya menyesuaikan berita Injil sehingga Injil terkontak dengan kebutuhan yang dirasakan orang-orang.
  46. Saya percaya bahwa Allah akan membantu saya mewujudkan perkara-perkara besar.
  47. Saya mengelola uang saya dengan baik supaya saya bisa lebih bebas untuk memberi.
  48. Saya rela melakukan pekerjaan-pekerjaan yang kecil dan dianggap tidak biasa di gereja demi memenuhi kebutuhan orang-orang.
  49. Dengan tulus saya percaya bahwa Tuhan menuntun kepada saya orang-orang yang tidak dikenal yang butuh agar mereka bisa dihubungkan dengan orang-orang lainnya.
  50. Saya sadar untuk melayani orang lain selagi saya berdoa.
  51. Saya memiliki komitmen dan menjadwalkan waktu saya untuk membaca dan mempelajari kitab suci agar saya dapat mengerti kebenaran Alkitabiah dengan utuh dan tepat.
  52. Saya dapat menyesuaikan gaya kepemimpinan saya demi hasil terbaik yang bisa dimunculkan dari diri orang lain.
  53. Saya menikmati membantu orang-orang yang kadangkala dianggap remeh atau tidak layak menerima bantuan.
  54. Dengan berani, saya dapat mengungkapkan kecenderungan budaya tertentu ajaran-ajaran, atau peristiwa-peristiwa yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Alkitabiah.
  55. Saya senang menyediakan bimbingan bagi seseorang secara relasi, emosi, rohani, dlsb.
  56. Saya memperhatikan dengan seksama terhadap kata-kata, ungkapan-ungkapan, dan makna dari mereka yang mengajar.
  57. Dengan mudah saya dapat menyeleksi tindakan yang paling efektif dari antara alternatif-alternatif yang ada.
  58. Saya dapat mengidentifikasikan dan dengan efektif menggunakan sumber-sumber yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas.
  59. Saya dapat dengan baik menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan situasi sekeliling yang berbeda.
  60. Saya dapat memvisualisasikan (menggambarkan dengan peta dan diagram) bagaimana sesuatu itu harus dirancang/dikonstruksikan sebelum saya membangunnya.
  61. Saya senang menemukan sesuatu yang baru dan segar dalam mengkomunikasikan kebenaran Allah.
  62. Saya cenderung melihat apa yang benar dan yang salah di dalam situasi-situasi yang berbeda.
  63. Saya berulang kali meyakinkan orang-orang yang butuh untuk mengambil tindakan yang berani di dalam iman mereka, keluarga, atau kehidupan ini.
  64. Saya mengundang orang-orang non-percaya untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka.
  65. Saya percaya Allah di dalam sikon dimana kesuksesan tidak bisa dijamin oleh usaha manusia semata.
  66. Saya merasa tertantang untuk membatasi gaya hidup saya agar saya bisa memberi dari penghasilan saya dengan persentase yang lebih tinggi.
  67. Saya melihat makna rohani di dalam mengerjakan tugas-tugas praktis.
  68. Saya suka menciptakan sebuah tempat dimana orang-orang tidak merasa bahwa mereka itu sendirian.
  69. Saya berdoa dengan konfiden karena saya tahu bahwa Allah bekerja sebagai tanggapanNya atas doa.
  70. Saya memiliki penglihatan (insight) atau bisa mengetahui apa-apa yang benar.
  71. Saya menetapkan sasaran-sasaran dan mengelola orang-orang dan sumber-sumber daya secara efektif untuk mewujudkan sasaran-sasaran tersebut.
  72. Saya memiliki belas kasih yang sungguh bagi orang-orang yang luka (baik lahir maupun batin).
  73. Saya dapat melihat kebanyakan tindakan (apa itu benar atau salah) dan merasa butuh untuk membetulkankan yang salah.
  74. Dengan setia saya dapat menyiapkan dukungan jangka panjang dan keprihatinan terhadap orang-orang lainnya.
  75. Saya senang untuk mengambil pendekatan sistematis dalam pembelajaran saya akan kitab suci.
  76. Saya dapat mengantisipasi konsekuensi-konsekuensi yang akan muncul dari tindakan seseorang atau kelompok.
  77. Saya senang membantu organisasi-organisasi atau kelompok-kelompok agar mereka bisa menjadi lebih efisien.
  78. Saya dapat berhubungan dengan orang lain di dalam cara-cara sensitif tertentu terhadap kebudayaan mereka.
  79. Saya menghormati Allah dengan karunia-karunia pertukangan (handycrafts).
  80. Saya menerapkan ekpresi-ekspresi artistik yang bervariasi untuk mengkomunikasikan kebenaran Allah.
  81. Saya mendapatkan penegasan dari orang lainmengenai pandangan dan penglihatan saya yang dapat dipercaya.
  82. Saya menguatkan orang-orang yang iman nya sedang “pasang-surut”.
  83. Secara terbuka saya memberitahukan orang-orang bahwa saya adalah seorang Kristen da rindu agar mereka bertanya kepada saya tentang iman saya.
  84. Saya merasa diyakinkan akan kehadiran dan tindakan Allah setiap hari di dalam kehidupan saya.
  85. Saya senang saat mengetahui bahwa bantuan keuangan membuat sesuatu benar-benar berbeda di dalam kehidupan dan pelayanan anak-anak Tuhan.
  86. Saya senang bila menemukan hal-hal kecil yang perlu diselesaikan dan seringkali mengerjakan hal-hal itu tanpa diminta.
  87. Saya merasa nikmat bila dapat membuat senang (entertaining) orang-orang dan membuka rumah saya bagi orang lain.
  88. Ketika saya mendengar tentang situasi-situasi darurat, saya merasa terbeban untuk berdoa.
  89. Saya tiba-tiba sudah mengenal beberapa hal tentang orang lain walaupun tidak tahu bagaimana saya mengenal mereka dulu.
  90. Saya mempengaruhi orang lain sedemikian rupa sehingga mereka dapat menyuguhkan yang terbaik dari kapasitas yang mereka miliki.
  91. Saya dapat melihat sebuah kehidupan yang menjadi urusan/perkara Allah dibalik rintangan-rintangan (handycaps) atau masalah-masalah seseorang.
  92. Saya senang terhadap orang-orang yang jujur dan mau bicara kebenaran.
  93. Saya menikmati dalam memberikan bimbingan dan dukungan praktis terhadap sekelompok kecil manusia.
  94. Saya dapat mengkomunikasikan ayat-ayat Alkitab dengan cara-cara yang dapat memotivasi orang-orang untuk belajar dan semakin rindu untuk belajar.
  95. Saya memberi nasihat-nasihat praktis untuk menolong orang lain melewati situasi-situasi yang ruwet.
  96. Saya menikmati mempelajari bagaimana ornanisasi-organisasi berfungsi.
  97. Saya menikmati usaha memulai proyek-proyek baru.
  98. Saya menikmati dan bagus dalam hal bekerja dengan tangan-tangan saya.
  99. Saya kreatif dan imaginatif.
  100. Saya dapat mengenali kotbah, pengajaran, atau komunikasi yang tidak sesuai dengan Alkitab.
  101. Saya suka dalam memotivasi orang lain mengambil langkah bagi pertumbuhan rohani.
  102. Secara terbuka dan konfiden, saya memberitahukan orang lain apa yang Kristus telah kerjakan bagi saya.
  103. Secara teratur saya menantang orang-orang agar mereka percaya Allah.
  104. Saya memberi dengan murah hati bagian yang sudah menjadi tekad saya sebagai penatalayanan.
  105. Saya merasa nyaman menjadi seorang penolong dalam membantu orang lain mengerjakan pekerjaan mereka secara lebih efektif.
  106. Saya mengerjakan apa saja sebisa saya untuk membuat orang-orang merasa bahwa mereka memiliki (sesuatu).
  107. Saya merasa dihormati ketika seseorang meminta saya berdoa bagi mereka.
  108. Saya menemukan kebenaran-kebenaran Alkitabiah yang penting ketika membaca atau mempelajari ayat-ayat Alkitab yang memberi keuntungan bagi orang lain di dalam tubuh Kristus.
  109. Saya sanggup menangkap visi dimana orang lain akhirnya ingin mengambil bagian di dalamnya.
  110. Saya menikmati dalam hal membawa harapan dan sukacita bagi orang-orang yang hidup di dalam situasi sulit.
  111. Saya akan berbicara kebenaran Allah, bahkan di tempat-tempat yang tidak populer atau sulit untuk diterima oleh orang lain.
  112. Dengan lemah lembut saya dapat membangkitkan semangat orang-orang percaya yang sedang mengembara agar mereka beriman dan bersekutu.
  113. Saya dapat menyuguhkan informasi dan keahlian-keahlian tertentu kepada orang lain pada tingkat yang sedemikian sederhana sehingga mereka dapat menangkap dan menerapkannya dalam kehidupan mereka.
  114. Saya dapat menerapkan kebenaran Alkitabiah yang dianggap praktis dan berguna menurut orang lain.
  115. Saya dapat memvisualisasikan (dengan pemetaan dengan gambar atau diagram) sebuah peristiwa yang akan datang, mengantisipasi potensi tertentu yang bisa menjadi masalah dan mengembangkan rencana penanggulangan nya.
  116. Saya sanggup memimpin (seperti dalam sebuah pagelaran musik) atau mengawasi beberapa pelayanan gerejawi.
  117. Saya sanggup merancang sesuatu dan membuat konstruksi nya yang dapat menolong gereja.
  118. Secara rutin, saya butuh untuk sendirian saja merefleksikan dan membangun imaginasi saya.
  119. Saya dapat merasakan ketika kekuatan iblis sedang bekerja di dalam diri seseorang atau di dalam situasi tertentu.
  120. Saya sanggup untuk menantang atau menegur orang lain demi mendorong pertumbuhan rohani.
  121. Saya mencari kesempatan-kesempatan untuk berbicara dengan orang-orang non-percaya tentang perkara-perkara rohani.
  122. Saya dapat bergerak ke depan walaupun harus bertentangan atau kurang dukungan bila saya dapat merasakan berkat Allah sedang berlangsung.
  123. Saya percaya bahwa saya telah diberikan sumber-sumber yang berkelimpahan supaya saya bisa memberi lebih banyak bagi pekerjaan Tuhan.
  124. Saya bahagia dan dengan segera dapat menggunakan keahlian-keahlian alami atau yang diperoleh melalui proses belajar untuk memberikan pertolongan saat dibutuhkan.
  125. Saya dapat membuat orang-orang merasa lega bahkan ditengah-tengah lingkungan yang asing.
  126. Saya kerap kali dapat melihat hasil yang khusus sebagai tanggapan/jawaban langsung atas doa-doa saya.
  127. Dengan yakin saya membagikan pengetahuan dan pemahaman saya kepada orang lain.
  128. Saya dapat membayangkan kemana kita perlu pergi dan membantu orang lain sampai ke tempat itu.
  129. Saya menikmati melakukan hal-hal praktis bagi orang lain yang sedang membutuhkan.
  130. Saya merasa terdorong untuk menyatakan dosa seseorang dimanapun saya melihat hal itu dan menantang orang-orang untuk bertobat.
  131. Dengan sabar dan teguh, saya menikmati tugas memelihara dan mengasuh orang-orang lain dalam pertumbuhan mereka sebagai orang-orang percaya.
  132. Saya menikmati bila menjelaskan perkara-perkara tertentu kepada orang-orang agar mereka dapat bertumbuh secara rohani dan secara pribadi.
  133. Saya memiliki pandangan (insight) tentang bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan yang orang lain tidak lihat.

 

*****

 Daftar Karunia Rohani

 

A. Administrasi/Management.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk memahami apa yang membuat sebuah organisasi berfungsi, dan merupakan kemampuan khusus untuk merencana dan menjalankan prosedur-prosedur demi terwujudnya sasaran-sasaran pelayanan.

 

B. Kerasulan.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk memulai dan mengawasi perkembangan gereja-gereja baru atau struktur-struktur pelayanan.

 

C. Pertukangan/Keahlian tangan.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk mendesain atau menciptakan barang-barang secara kreatif agar bisa digunakan bagi pelayanan.

 

D. Pengkomunikasikan Pelayanan melalui Seni-Kreatifitas.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk mengkomunikasikan kebenaran-kebenaran Tuhan melalui barbagai bantuk/keterampilan seni (misal: menulis puisi, main drama, musik, desain grafis, menggambar, dlsb).

 

E. Kemampuan Menguji/Mencermati Ajaran.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk membedakan antara kebenaran dan kekeliruan, sanggup untuk menguji roh-roh, membedakan antara apa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah.

 

F. Memberi Kekuatan.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk memaparkan kebenaran (misal: menguatkan, menghibur, atau mendorong orang-orang yang sedang patah semangat atau lemah iman-untuk bertindak).

 

G. Pengabaran Injil.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk mengkomunikasikan Injil secara efektif bagi orang-orang yang belum percaya sehingga mereka dapat berespon di dalam iman dan melangkah untuk dimuridkan.

 

H. Karunia Iman.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk bertindak berdasarkan janji-janji Allah-dengan penuh keyakinan pada kemampuan Allah dalam mewujudkan maksud-maksudNya.

 

I. Karunia Memberi.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk mempersembahkan uang dan sumber-sumber lain dalam mendukung pekerjaan Tuhan-dengan penuh keceriaan dan keleluasaan. Orang-orang dengan karunia ini tidak bertanya:”Berapa yang saya perlu berikan buat Tuhan?” tetapi bertanya:”Berapa banyak harta asalkan saya masih bisa tetap hidup?”

 

J. Memberi Pertolongan.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk mewujudkan tugas-tugas praktis dan apa yang dibutuhkan sehingga dapat meringankan, mendukung dan mencukupi kebutuhan orang-orang lain.

 

K. Memberi Tumpangan.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk memperdulikan orang-orang melalui penyediaan persahabatan, makanan dan tempat berteduh.

 

L. Berdoa Syafaat.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk berdoa secara konsisten bagi keperluan orang-orang lain, dan pada akhirnya bisa melihat jawaban atas doa-doa yang dinaikan.

 

M. Berkata-kata dengan Pengetahuan.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk membawa kebenaran kepada Tubuh Kristus atas penerangan Roh Kudus melalui Firman.

 

N. Kepemimpinan.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk menangkap visi, memotivasi, dan mengarahkan orang-orang agar maksud-maksud Tuhan dapat dicapai secara harmonis.

 

O. Belas Kasihan.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk menolong orang-orang yang sedang menderita atau memerlukan bantuan- dengan penuh sukacita dan praktis, mulai dari tergerak sampai pada tindakan nyata.

P. Bernubuat/Berkotbah.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk membukakan kebenaran dan mewartakan nya tepat waktu, dengan cara yang relevan supaya orang-orang diajari, dikoreksi, bertobat, atau diteguhkan. Implikasinya bisa segera terjadi atau di lain waktu.

 

Q. Penggembalaan.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk merawat, memperdulikan dan menuntun orang-orang dalam proses kedewasaan rohani, dan semakin serupa dengan Kristus.

 

R. Karunia Mengajar.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk memahami, menerangkan secara jelas, dan menerapkan Firman Tuhan yang dapat menyebabkan keserupaan dengan Kristus yang lebih besar di dalam kehidupan para pendengarnya.

 

S. Berkata-kata dengan Hikmat.

Kesanggupan yang diberikan Tuhan untuk menerapkan kebenaran rohani secara efektif bagi kebutuhan tertentu di dalam situasi tertentu.

 

T. Karunia Kesembuhan.

U. Interpretation.

V. Karunia Muzizat.

W.Karunia Bahasa Roh.

Karunia Rohani menurut catatan Alkitab

I Korintus 12:8-10.

Berkata-kata dengan hikmat, berkata-kata dengan pengetahuan, beriman, menyembuhkan, mengadakan muzizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berkata-kata dengan bahasa Roh, dan menafsirkan bahasa Roh.

I Korintus 12: 28.

Kerasulan, Mengajar, melayani, dan memimpin.

Roma 12:6-8.

Menasihati, membagi-bagikan sesuatu, memberi pimpinan, kemurahan.

Efesus 4:11.

Memberitakan Injil, dan menggembalakan.

I Petrus 4:9-10.

Memberi tumpangan.

Keluaran 31:3.

Keahlian Pertukangan.

I Timotius 2:1-2.

Berdoa Syafaat.

Mazmur 150:3-5.

Komunikasi yang Kreatif.

PETUNJUK PENGISIAN LEMBAR JAWABAN

1. Responi setiap pernyataan pada halaman penjajakan karunia rohani dengan mengikuti petunjuk skala sebagai berikut:
 
  3 = secara konsisten BENAR adanya.                      
  2 = kebanyakan hal itu biasanya Benar.                    
  1 = kadang-kadang/sekali-sekali.                      
   

0 = sama sekali TIDAK, tidak pernah.

                     
                                     
2. Dengan menggunakan lembar jawaban dibawah ini, tuliskan respon Anda untuk setiap pernyataan pada kotak tersedia – sesuai dengan nomor pernyataan pada lembar penjajakan karunia rohani.
 
3. Jawablah berdasarkan “siapa Anda sebenarnya”, bukan “Anda mau jadi apa nantinya.” Seberapa jauh kebenaran pernyataan-pernyataan tersebut bagi Anda? Apa yang pernah menjadi pengalaman Anda? Bagaimana pernyataan-pernyataan tersebut merefleksikan kecenderungan-kecenderungan Anda?
 
 

LEMBAR JAWABAN

                                     
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38
39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57
58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76
77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95
96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114
115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133
 

A

B

C

D

E

F

G

H

I

J

K

L

M

N

O

P

Q

R

S

 

Spiritual Assesment Inventory

Petunjuk pengisian

  1. Jawablah dengan memberi nilai jawaban pada lembar jawaban yg telah disediakan.
  2. Jawaban Anda sebaiknya menggambarkan pengalaman sesungguhnya dan bukan pada apa yg Anda inginkan (ideal).
  3. Jangan berpikir terlalu lama, jawablah dengan apa yg muncul pertama kali di pikiran Anda.
  4. Berilah jawaban utk setiap pernyataan meskipun pernyataan itu tidak menyediakan semua informasi yang Anda inginkan.
  5. Ada beberapa dari pernyataan yang terdiri atas 2 bagian, misal poin no:

2.a       Ada saat-saat dimana saya kecewa terhadap Tuhan

2.b       Walaupun demikian, saya tetap ingin mempunyai hubungan denganNya..

Respon terhadap pernyataan poin 2.b menunjukan apa yang benar-benar Anda alami ketika Anda merasa kecewa terhadap Tuhan seperti pernyataan pada poin 2.a.

Pernyataan

  1. Saya merasa bagaimana Tuhan sedang bekerja dalam hidup saya.
  1. a. Ada saat-saat dimana saya kecewa terhadap Tuhan. b. Walaupun demikian, saya tetap ingin mempunyai hubungan denganNya.
  1. Bagi saya kehadiran Tuhan sangat nyata.
  1. Saya takut bahwa Tuhan meninggalkan saya.
  1. Saya merasa mempunyai kemampuan unik untuk mempengaruhi Tuhan melalui doa-doa saya.
  1. Mendengarkan suara Tuhan adalah bagian penting dalam hidup saya.
  1. Jika ke gereja, saya selalu dalam kondisi siap beribadah.
  1. a. Ada saat-saat dimana saya merasa frustasi dengan Tuhan. b. Pada saat itu, saya masih berusaha untuk menjalin relasi denganNya.
  1. Saya menyadari ada saat-saat Tuhan mengingatkan saya untuk melakukan sesuatu.
  1. Perasaan saya terhadap Tuhan tidak stabil.
  1. Pengalaman-pengalaman dari Tuhan memberi dampak besar bagi saya.
  1. a. Ada saat-saat saya merasa kurang suka dengan Tuhan. b. Walaupun begitu, saya segera sadar dan ingin memperbaiki hubungan tersebut.
  1. Tuhan tahu, saya lebih rohani daripada kebanyakan orang.
  1. Saya selalu mencari pimpinan Tuhan untuk setiap keputusan yang saya ambil..
  1. Saya sadar, Tuhan hadir dalam interaksi saya dengan orang lain.
  1. Ada saat-saat dimana saya merasa bahwa Tuhan sedang menghukum saya.
  1. Saya sadar bahwa Tuhan menjawab dengan berbagai cara.
  1. a. Ada saat-saat dimana saya ingin marah terhadap Tuhan. b. Pada saat itu, saya masih merasa betapa Tuhan selalu beserta saya.
  1. Saya sadar bahwa Tuhan senantiasa hadir pada saat saya membutuhkan.
  1. Tuhan tahu kebutuhan saya lebih penting daripada orang lain.
  1. Saya sadar bahwa Tuhan sedang mengatakan kepada saya untuk melakukan sesuatu.
  1. Saya kuatir kalau saya tidak berjalan dalam rencana Tuhan.
  1. Kehadiran Tuhan yang saya alami sangat mempengaruhi kehidupan saya.
  1. Kebaikan saya selalu sama pada waktu saya di rumah maupun di gereja.
  1. Saya dapat merasakan bahwa Tuhan menuntun jalan hidup saya.
  1. Relasi saya bersama Tuhan merupakan relasi yang khusus yang sering kali sulit dimengerti orang lain.
  1. a. Ada saat-saat dimana saya merasa Tuhan meninggalkan saya. b. Meskipun demikian, saya berusaha untuk tetap menjaga relasi dengan Tuhan.
  1. Saya sadar bahwa Tuhan berkomunikasi dengan saya melalui berbagai cara.
  1. Memaksa Tuhan tampaknya merupakan cara terbaik untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.
  1. Saya dapat merasakan kehadiran Tuhan, pada saat-saat saya membutuhkan.
  1. Dari hari ke hari saya merasakan penyertaan Tuhan yang nyata.
  1. Saya setiap hari berdoa untuk teman-teman dan keluarga saya.
  1. a. Ada saat-saat dimana saya frustasi karena doa-doa saya tidak terjawab. b. Walaupun demikian, saya bisa mengungkapkan perasaan ini kepada Tuhan.
  1. Saya dapat merasakan Tuhan menuntun saya.
  1. Pada saat berdosa, saya biasanya menjauh dari Tuhan.
  1. Saya pernah mengalami bagaimana Tuhan berbicara kepada saya secara pribadi.
  1. Doa-doa saya lebih baik daripada orang lain.
  1. Saya senang berdoa.
  1. Saya merasa harus menyenangkan Tuhan agar Ia tidak menolak saya.
  1. Saya dapat merasakan kehadiran Tuhan.
  1. Ada saat-saat dimana saya merasa Tuhan marah terhadap saya.
  1. Saya menyadari bahwa Tuhan sangat dekat dengan saya.
  1. Pada saat saya berdosa, saya takut menghadapi hukuman Tuhan.
  1. Pada saat mengambil keputusan, saya dapat merasakan pimpinan Nya.
  1. Saya merasa lebih mampu daripada orang lain dalam mengenali kehendak Tuhan.
  1. Pada saat Tuhan tidak melindungi saya, saya cenderung merasa tidak berharga.
  1. a. Ada saat-sat dimana saya merasa Tuhan membiarkan saya bergelut dalam kelemahan. b. Meskipun demikian , kepercayaan saya terhadap Tuhan tidak hilang.

Lembar jawaban

Nama           :                                                                  Pasangan      :

Usia             :                                                                      Usia             :

Pendidikan   :                                                               Pendidikan   :

Pelayanan     :                                                               Pelayanan     :

Tanggal       :                                                                  Tanggal       :

Berikan nilai :

1   (tidak pernah)

2   (jarang)

3   (kadang-kadang)

4   ( sering)

5    (selalu)

No

P

Nilai

Keterangan

No

P

Nilai

Keterangan

1

AG

24

IM

2

a

D

25

AG

2

b

RA

26

G

3

AG

27

a

D

4

I

27

b

RA

5

G

28

AG

6

AG

29

G

AG

RA

7

IM

30

AG

8

a

D

31

AG

8

b

RA

32

IM

9

AG

33

a

D

10

I

33

b

RA

D

I

11

AG

34

AG

12

a

D

35

I

12

b

RA

36

AG

13

G

37

G

14

IM

38

IM

G

IM

15

AG

39

I

16

I

40

AG

17

AG

41

I

18

a

D

42

AG

18

b

RA

43

I

19

AG

44

AG

20

G

45

G

21

AG

46

I

22

I

47

a

D

23

AG

47

b

RA

Petunjuk Penilaian

*        IM      Impression Management  : Sejauh mana kejujuran Anda mengisi kuis.

> 21   tinggi                    15-21 rata-rata                          < 15   rendah

Score tinggi mengindikasikan keinginan tampil baik sehingga ada kecenderungan menyangkali kekurangan-kekurangan yang dimiliki. Hal ini menyebabkan score AG menjadi lebih tinggi dan score D & I lebih rendah daripada keadaan yang sebenarnya.

Score rendah menunjukan rendahnya keterlibatan akan hal-hal rohani dan kurang melibatkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

*        AG     Awareness of God            : Sejauh mana berkomunikasi dengan Allah dan menyadari kehadiran Nya dalm hidup sehari-hari.

> 86   tinggi                    68-86 rata-rata                         < 68   rendah

Score tinggi menunjukan adanya komunikasi dengan Allah yang cukup baik dan kemampuan untuk melihat campur tangan Allah dalam peristiwa hidup sehari-hari.

Score rendah menunjukan kurangnya relasi dengan Allah.

*        RA      Realistic Acceptance         : Pola relasi sehat dengan Allah yg ditandai dengan kemampuan mentolerir perasaan-perasaan ambivalen (saling bertentangan)  terhadap Allah, sehingga dapat mempertahankan relasi karena mampu melihat hal-hal rohani dibalik pengalaman yang diangap buruk.

> 33   tinggi                    25-33 rata-rata                         < 25   rendah

Score tinggi menunjukan kemampuan berelasi dengan Allah meskipun mengalami hal-hal buruk. Ia tidak menyangkali dan mampu menerima walaupun kecewa terhadap Allah, mampu tetap berharap pada Allah karena ia melihat bahwa hal-hal buruk itu hanyalah sementara sehingga pengalaman-pengalaman negatif tidak merusak hubungan nya dengan Allah.

Score rendah menunjukan relasi yang kurang sehat dan dapat dilihat melalui score I & D yang tinggi.

*        D       Disappointment               : Pola relasi dengan Allah yang kurang sehat yang ditandai dengan lelecewaan kepada Allah apabila ia tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

> 20   tinggi                    12-20 rata-rata                         < 12   rendah

Score tinggi menunjukan tuntutan berlebihan dan tidak realistis kepada Allah. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi akan menimbulkan rasa marah, kecewa dan frustasi terhadap Allah.

Score rendah menunjukan adanya kecenderungan menyangkali perasaan=-perasaan negatif terhadap Allah.

*        I         Instability                        : Pola relasi dengan Allah yang kurang sehat ditandai dengan ketidakmampuan melihat hal-hal rohani dibalik pengalaman-pengalaman yang buruk. Allah dianggap baik jika mengalami hal-hal positif namun jika mengalami hal-hal negatif, perasaan nya terhadap Allah berubah.

> 31 tinggi                               21-31          rata-rata                         < 21   rendah

Score tingi menunjukan perasaan tidak stabil terhadap Allah sehingga akan merasa positf terhadap Allah hanya jika mengalami berkat Tuhan tetapi akan berubah ketika mengalami hal-hal buruk menjadi marah atau merasa bersalah. Hal ini terjadi karena kurang mampu melihat betapa Allah maha kasih sehingga seringkali sukar mempercayai Allah.

Scrore rendah menunjukan adanya perasaan yang relatif stabil terhadap Allah dan mampu melihat hal-hal rohani dibalik pengalaman yang buruk.

*        G       Grandiosity            : Pola relasi dengan Allah yang kurang sehat ditandai dengan kehausan yang besar akan perhatian, keinginan menampilkan diri lebih baik daripada orang lain dan mengharapkan Allah sebagai pribadi yang dapat mengangkat harga dirinya.

> 20 tinggi                      11-20 rata-rata                         < 11   rendah

Score tinggi menunjukan kecenderungan memikirkan dan mementingkan diri sendirisaja. Relasi dengan Allah juga  semata-mata untuk kepentingan diri sendiri dan Allah dianggap hanya sebagai pemberi kebutuhannya. Ia seringkali menganggap diri unik, lebih penting daripada orang lain serta haus akan perhatian. Jika Sllah memenuhi apa yang diharapkan maka ia akan sangat mengagungkan Allah tetapi jikatidak, maka ia akan mengabaikan Allah.

Score rendah menunjukan kecenderungan kurang mampu melihat keunikan dirinya di hadapan Allah.

Kesimpulan

AG tinggi, RA tinggi : Relasi baik dengan kualitas relasi yang sehat sehingga cukup dapat menikmati relasinya dengan Allah.

AG tinggi, RA rendah, D tinggi, I tinggi : Relasi dengan Allah cukup baik, namun  pola relasinya kurang sehat. Meskipun menjalin relasi dengan Allah namun banyak konflik batin yang tidak selesai terhadap Allah. Kondisi ini menyebabkan relasi yang tidak stabil serta kurang bisa dinikmati karena ada masa-masa merasa kecewa, marah atau frustasi terhadap tuhan.

AG rendah, RA tinggi : menunjukan adanya kekosongan rohani. Perasaan terhadap Allah relatif stabil dan positf namun ia kuarang mengembangkan komunikasi dan relasinya dengan Allah. Kondisi ini bisa menyebabkan kekosongan rohani.


Tes Disfungsional Scale

.-4 .-2 .0 .+2 .+4
No Pernyataan Pribadi Sangat Setuju Agak Setuju Netral Agak Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju
1 Kritik, jelas akan mengecewakan orang yang menerimanya.
2 Yang paling baik adalah mengalahkan minat saya sendiri untuk menyenangkan orang lain.
3 Saya membutuhkan pengakuan orang lain agar bisa berbahagia.
4 Jika seseorang yang penting bagi saya mengharapkan saya melakukan sesuatu, maka saya sungguh harus melaksanakannya.
5 Nilai saya sebagai manusia sangat tergantung pada apa yang orang-orang lain pikirkan tentang diri saya.
6 Saya tidak dapat menemukan kebahagiaan tanpa dicintai oleh orang lain.
7 Jika orang-orang lain tidak menyukai Anda, maka pasti Anda akan kurang bahagia.
8 Jika orang yang saya sayangi menolak saya, berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan diri saya.
9 Jika seseorang yang saya cintai tidak mencintai saya, itu berarti bahwa saya seorang yang tidak layak dicintai.
10 Dikucilkan dari orang-orang lain pasti menyebabkan kita tidak bahagia.
11 Jika saya ingin menjadi seseorang yang berharga, maka sekurang-kurangnya saya harus sungguh-sungguh unggul pada satu kemampuan besar.
12 Saya harus menjadi seorang yang berguna, produktif, kreatif atau hidup ini jadi tidak berguna.
13 Orang yang mempunyai gagasan-gagasan yang bagus lebih berharga daripada mereka yang tidak mempunyainya.
14 Jika saya tidak bertindak sebaik orang lain, itu berarti saya lebih rendah daripada mereka.
15 Jika saya gagal dalam pekerjaan saya, maka saya adalah seorang yang gagal pula sebagai manusia.
16 Jika Anda tidak dapat melakukan sesuatu dengan baik, maka sama sekali tidak berguna melakukannya.
17 Memalukan sekali kalau seseorang memperlihatkan kelemahannya.
18 Seseorang harus selalu mencoba untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal yang ia kerjakan.
19 Saya akan sangat sedih dan kecewa jika saya membuat suatu kesalahan.
20 Jika saya tidak menentukan standar-standar tertinggi bagi diri sendiri, maka pasti saya akhirnya hanya akan menjadi orang nomor dua belaka.
21 Jika saya sangat yakin bahwa saya layak menerima sesuatu, maka saya mempunyai alasan untuk berharap memperolehnya.
22 Anda perlu menjadi frustasi jika Anda mendapatkan hambatan dalam memperoleh apa yang Anda inginkan.
23 Jika saya menomor satukan kebutuhan orang lain daripada kebutuhan diri sendiri, maka mereka jg harus membantu saya jika saya membutuhkan sesuatu dari mereka.
24 Jika saya seorang suami (atau istri) yang baik, maka pasangan saya pasti akan mencintai saya.
25 Jika saya bersikap manis pada orang lain, maka saya dapat mengharapkan bahwa mereka akan menghormati dan memperlakukan saya, sebaik saya memperlakukan mereka.
26 Saya harus memikul tanggung jawab untuk apa yang orang rasakan dan lakukan jika mereka orang yang dekat dengan saya.
27 Jika saya mengkritik cara seseorang melakukan sesuatu dan ia menjadi marah atau depresi, ini berarti saya telah menyakitinya.
28 Untuk menjadi seseorang yang baik, berharga dan bermoral, saya harus mencoba membantu setiap orang yang membutuhkan.
29 Jika seorang anak sedang mempunyai kesulitan-kesulitan emosional atau perilaku, ini menunjukkan bahwa orang tua si anak tersebut telah gagal dalam suatu tugas yang penting.
30 Saya harus mampu menyenangkan setiap orang.
31 Saya tidak dapat mengharapkan akan mampu mengontrol bagaimana perasaan saya bila sesuatu yang buruk terjadi.
32 Tidak ada gunanya mencoba mengubah emosi-emosi yang mengecewakan dan menyedihkan, sebab semua itu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang nyata, benar dan tak dapat dihindarkan.
33 Rasa murung saya terutama diciptakan oleh faktor-faktor yang sebagian besar diluar kontrol saya, seperti misalnya masa lampau atau keseimbangan kimiawi tubuh, atau siklus hormon, atau bioritme, atau kesempatan, atau nasib.
34 Kebahagiaan saya sangat tergantung pada apa yang terjadi pada diri saya.
35 Orang yang memiliki tanda-tanda kesuksesan (wajah tampan, status sosial, kekayaan atau ketenaran) pasti akan lebih bahagia daripada mereka yang tidak memilikinya.
Keterangan test:  
Pengakuan: Nilai positif menunjukan Anda seorang yang independen, dengan perasaan harga diri yang sehat, bahkan bila dihadapkan pada celaan, kritik serta penolakan. Nilai negatif menunjukan Anda terlalu bergantung, sebab Anda mengevaluasi diri sendiri melalui mata orang lain. Jika orang lain menghina atau merendahkan diri Anda, maka secara otomatis Anda pun cenderung memandang rendah diri Anda. Kesejahteraan emosional Anda sangat sensitive terhadap apa yang Anda pikir orang lain pikirkan mengenai Anda, maka Anda dapat dengan mudah dimanipulasi. Anda rapuh terhadap kecemasan dan depresi bila orang lain mengkritik atau marah pada Anda.
Cinta: Nilai positif menunjukan Anda menganggap bahwa cinta itu menyenangkan, tetapi Anda juga memiliki sejumlah minat lain yang Anda rasa menyenangkan dan memuaskan hidup Anda. Cinta bukanlah syarat kebahagiaan atau harga diri Anda. Kemungkinan besar orang lain menganggap Anda menarik karena Anda memancarkan rasa cinta diri yang sehat dan berminat pada banyak segi kehidupan. Nilai negative menunjukan Anda seorang pecandu cinta. Anda memandang cinta sebagai suatu “kebutuhan” yang tanpa nya Anda tidak dapat bertahan hidup apalagi bahagia. Anda cenderung mengambil sikap merendahkan diri, sikap dan peran orang yang lebih rendah dan selalu mengalah dalam berhubungan dengan orang yang Anda sayangi karena takut terasing dari mereka. Akibatnya, lebih sering daripada tidak, mereka kehilangan rasa hormat pada Anda dan menganggap Anda sebagai beban, karena sikap Anda yang menunjukan bahwa tanpa cinta mereka, Anda akan hancur. Ironisnya, kecanduan cinta yang parah, justru biasanya akan membuat orang lain menjauh dari Anda sehingga akan memperdalam rasa kesendirian Anda.
Keberhasilan: Nilai positif menunjukan Anda menikmati kreatifitas dan produktivitas, namun tidak melihat keberhasilan sebagai satu-satunya jalan yang diperlukan untuk menuju penghargaan diri dan kepuasan. Nilai negatif menunjukan Anda seorang yang kecanduan kerja, sebagai kompensasi menghindari hubungan sosial dan kemasyarakatan. Anda memiliki rasa nilai kemanusiaan yang menciut dan memandang diri Anda sebagai komoditi dalam pasar. Anda cenderung menggantungkan harga diri dan bahagia pada produktivitas Anda. Jika Anda pergi liburan, usaha Anda jatuh, jika Anda pensiun atau sakit dan tidak aktif, Anda akan terancam goncangan emosional.
Perfeksionis: Nilai positif menunjukan Anda mampu menata suatu standar yang tepat, luwes dan bermakna. Kepuasan besar diperoleh dari dari proses-proses dan pengalaman yang ada sehingga tidak hanya terpaku pada hasil yang Anda peroleh. Anda tidak harus selalu unggul dalam segala hal dan tidak merasa harus selalu “mencoba yang terbaik”. Biasanya Anda justru tampak lebih produktif dibandingkan dengan orang yang perfeksionis. Nilai negatif menunjukan Anda dihantui dorongan untuk “mencapai batas langit”. Anda menuntut diri Anda sendiri agar sempurna, kesalahan dianggap sebagai tabu, kegagalan adalah lebih buruk daripada kematian dan bahkan emosi yang negatif adalah malapetaka. Anda menggagap diri Anda harus selalu memandang, merasa, memikirkan dan berperilaku luar biasa baik sepanjang waktu. Walaupun Anda memacu diri dengan kekuatan maksimal, namun kepuasan Anda tetap minim. Begitu Anda berhasil mencapai sebuah sasaran, maka suatu sasaran lain yang lebih jauh segera menggantikannya. Jika Anda menyesuaikan harapan dengan realita, Anda akan lebih sering merasa senang dan memperoleh ganjaran atau imbalan, dan bukannya frustasi.
Perasaan berhak: Nilai positif menunjukan Anda merasa tidak secara otomatis berhak terhadap segala sesuatu, sehingga Anda melakukan tawar menawar dan bernegosiasi untuk apa yang Anda inginkan dan seringkali memperolehnya. Karena Anda tahu bahwa orang lain itu unik dan berbeda, maka Anda pun sadar bahwa sama sekali tidak ada alasan mengapa segala sesuatu harus berjalan sesuai dengan kehendak Anda. Anda tidak mengharapkan timbal balik sempurna atau “keadilan” setiap waktu. Anda sabar dan teguh dan memiliki toleransi yang tinggi terhadap frustasi. Sebagai hasilnya, Anda seringkali mengakhiri perjuangan dengan kemenangan. Nilai negatif menunjukan Anda seringkali merasa “berhak” terhadap sesuatu – keberhasilan, cinta, kebahagiaan, dst. Anda mengharapkan dan menuntut agar keinginan Anda dipenuhi oleh orang lain, dan secara luas oleh dunia karena kebaikan atau kerja keras Anda. Bila hal ini tidak terpenuhi, biasanya Anda akan mengalami depresi dan merasa tidak cakap atau Anda menjadi berang.
Omnipotensi: Nilai positif menunjukan Anda mengenal kebahagiaan yang muncul dari sikap mau menerima kenyataan bahwa Anda bukan pusat alam semesta. Karena Anda tidak mengontrol orang dewasa lain, maka Anda tidak sepenuhnya bertanggung jawab terhadap mereka melainkan hanya untuk diri Anda sendiri. Orang lain seringkali ingin berdekatan dengan Anda karena Anda tidak pernah melancarkan usaha apapun untuk mengontrol dan berkuasa atas mereka. Nilai negatif menunjukan Anda menganggap diri Anda bertanggung jawab terhadap apa saja yang terjadi disekitar Anda. Anda cenderung menyalahkan diri sendiri tidak pada tempatnya, karena tindakan dan sikap negatif orang lain sesungguhnya tidak berada dibawah kendali Anda.
Otonomi: Nilai positif menunjukan bahwa segala perasaan Anda, murung atau gembira adalah buah dari sikap dan pemikiran Anda sendiri. Anda memikul tanggung jawab untuk perasaan Anda karena Anda mengakui bahwa semua itu pada pokoknya diciptakan oleh Anda sendiri. Nilai negatif menunjukan bahwa Anda masih tetap terperangkap didalam keyakinan bahwa harga diri dan kemampuan Anda untuk bahagia muncul karena pengaruh dari luar. Ini merugikan Anda karena segala yang diluar pada pokoknya diluar kontrol Anda.